DANREM DAMPINGI KASDAM VII HADIRI HAUL 70 TAHUN GUGURNYA PAHLAWAN ANDI MAKKASAU PARENRENGI DAN ANDI ABDULLAH BAU MASSEPE

Pinrang. Sabtu (28/1), Andi makkasau putera satu satunya parenrengi karaeng tinggimae adalah seorang bangsawan tinggi, ayahnya ishak manggabarani karaeng mangepe, keturunan langsung dari dua kerajaan utama di sulawesi yaitu kerajaan sinderang. Andi Makkasau di besarkan dan dididik dalam lingkungan keluarga istana datu suppa, terutama pendidikan agama islam serta pendidikan etika, moral dan lainnya sebagaimana layaknya putera raja.

Pada Tahun 1926, Andi Makkasau dinobatkan sebagai datu suppa yang kemudian di beri gelar sebagai Datu suppa toa. Masyarakat suppa semakin merasakan betapa pentingnya persatuan dan kesatuan di kalangan mereka terutama dalam usaha menantang kekuasaan pemerintah hindia belanda di parepare dan sekitarnya.

Andi makkasau selama hidupnya diisi untuk berjuang melawan penjajah, hidupnya diakhiri di bawah kekejaman belanda yaitu pada tanggal 28 Januari 1947 dengan cara di tenggelamkan di tengah laut, tepatnya tanggal 30 Januari 1947 Andi Makkasau ditemukan oleh masyarakat marabombang dalam keadaan terikat terdampar di pesisir pantai.

Sedangkan Letjen TNI Andi Abdullah Bau Massepe adalah pejuang heroik dari sulsel putera dari Andi Mappanyuki salah satu pahlawan nasional dari sulsel. Dari daerah massepe kabupaten sidenreng rappang (Massepe dulu pusat kerajaan addatuang sidenreng.

Ketika tentara NICA berkuasa, Andi abdullah bau massepe bersama pasukannya terus melakukan perlawanan terhadap tentara nica. Pasukan Andi abdullah Bau Massepe melaksanakan gerakan gerilya dan kontak senjata dengan tentara NICA. Supplai senjata pasukan Andi bau massepe melalui pelabuhan suppa.

Andi Abdullah bau massepe wafat di tembak belanda oleh pasukan Mayor Raymond westerling (korps baret merah Belanda) pada tanggal 2 Februari 1947 setelah di tahan selama 160 hari. Wafat 10 hari setelah konferensi pacekke (20 januari 1947).

Dalam rangka Haul 70 Tahun gugurnya Andi Makkasau Parenrengi dan Andi Abdullah Bau Massepe telah dilaksanakan ziarah rombongan di TMP Pacekke parepare, Tabur bunga di Teluk parepare tepat nya di pantai marabombang dengan inspektur upacara Kasdam VII/Wrb Brigjen TNI Supartodi yang mewakili Pangdam VII/Wrb.

Kegiatan haul juga dilaksanakan sambung rasa di halaman rumah datu suppa kab. Pinrang yang di hadiri oleh keluarga besar Alm. Andi Makkasau parenrengi dan Andi Abdullah Bau Massepe. Nampak hadir mendampingi Kasdam VII/Wrb, Danrem 142/Tatag Kolonel Inf. Tandyo Budi, Aspers, Kaajendam, Waasintel, Waaster Kasdam VII/Wrb, keluarga besar Pahlawan, Ibu ketua persit Koorcabrem 142 beserta pengurus.

Dalam sambutannya, Pangdam VII/Wrb yang di bacakan oleh Kasdam VII/Wrb Brigjen TNI Supartodi menyampaikan bahwa peringatan mengenang gugurnya pejuang kusuma bangsa asal kota parepare yakni andi makkasau parenrengi dan andi abdullah bau massepe dengan nilai heroik dan jiwa kepahlawan.

Hal ini merupakan salah satu bentuk penghargaan atas jasa dan pengorbanan beliau yang selama hidupnya berjuang untuk mewujudkan kemerdekaan dan menjaga tetap utuhnya NKRI.

” Melalui peringatan ini yang istimewa ini hendaknya kita menginternalisasi jiwa seluruh anak bangsa khususnya parepare agar nilai kejuangan dan kepahlawanan terpatri dan merasuk ke dalam sanubari yang paling dalam untuk meneladani sifat sifat patriotik, rela berkorban, tanpa pamrih, bekerja keras, jujur, membela keadilan, berani demi kebenaran dan cinta tanah air ” Ucap Pangdam VII/Wrb.

Diakhir kegiatannya, Kasdam beserta rombongan meninjau museum Andi Makassau Parenrengi dan Andi Abdullah bau massepe di dampingi keluarga di rumah datu suppa pinrang.

(Penrem 142/Tatag)

Check Also

Tim ESDM siaga bencana dilepas Danrem 142/Tatag

Mamuju. Saya selaku Dansatgas Penanggulangan bencana di Sulawesi Barat mengucapkan terima kasih dan apresiasi serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.